Kepala SMA Negeri 2 Mazo Klarifikasi Dugaan Proyek Revitalisasi, Pastikan Material Sesuai Spesifikasi dan Pengawasan Berjalan
NIAS SELATAN - mitratv.my.id.- Kepala SMA Negeri 2 Mazo, A. Dakhi, memberikan hak jawab terkait pemberitaan yang berjudul "Dugaan Proyek Revitalisasi SMA Negeri 2 Mazo Dipertanyakan" yang beredar pada 17 September 2026.
A. Dakhi menyatakan bahwa informasi yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut tidak benar dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Terkait dugaan penggunaan pasir dari Sungai Bombo Matua yang disebut bercampur lumpur, pihak sekolah menegaskan material yang digunakan telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Berita itu tidak benar. Bahan yang kami gunakan sesuai. Pasir memang kami ambil dari sungai, tapi sudah melalui proses dan sudah sesuai standar. Tidak ada yang asal-asalan, semua sesuai juknis revitalisasi," tegas A. Dakhi saat dikonfirmasi, Jumat (19/9/2026).
Ia menambahkan, pihak P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) telah melakukan kontrol kualitas sebelum material digunakan dalam pekerjaan.
Papan Informasi Proyek Ada dan Terpasang,
Menanggapi sorotan soal tidak adanya papan proyek, Kepala Sekolah membantah hal tersebut.
"Papan proyek itu ada. Terpasang di depan lokasi pekerjaan, jelas terlihat. Mungkin saat tim media datang, posisinya tertutup material atau tidak terlihat karena sedang ada aktivitas pekerja. Tapi kami pastikan papan informasi itu ada sebagai bentuk transparansi," jelasnya.
Pengawasan Tetap Terlaksana Meski Kepala Sekolah Tidak Selalu di Lokasi dan
isu kepala sekolah jarang berada di sekolah dan tidak melakukan pengawasan, A. Dakhi menjelaskan bahwa pengawasan proyek tidak hanya dilakukan oleh kepala sekolah secara pribadi, melainkan oleh panitia pelaksana dan konsultan yang telah ditunjuk secara resmi.
"Pengawasan tetap terlaksana. Ada Panitia yang bertugas di lapangan setiap hari, ada konsultan. Saya sebagai penanggung jawab tetap memonitor dan menerima laporan berkala. Memang saya tidak bisa 24 jam di lokasi karena ada tugas kedinasan lain, tapi bukan berarti proyek dibiarkan," tambahnya.
Ia juga menyatakan pihaknya terbuka untuk dilakukan pemeriksaan oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIV jika memang diperlukan bila terdapat saran atas Nama Kepala sekolah dan panitia siap melaksanakan.
"Kami sangat mendukung program Revitalisasi ini untuk peningkatan mutu pendidikan. Kami bekerja sesuai aturan.
Pihak sekolah berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi dan memberikan kesempatan kepada pelaksana untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Tim
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles